Tuesday, 16 October 2018

BANANALEAF.CAFE akan Dibuka di Port Moresby PNG

Dalam waktu tidak lama lagi akan dibuka sebuah BANANALEAF.CAFE di ibukota Papua New Guinea Port Moresby. Demikian kata Jhon Yonathan Kwano sebagai Enterpreneur Papua yang baru-baru ini baru balik dari Port Moresby.

Menurut Kwano baik orang Indonesia atau negara Indonesia secara keseluruhan maupun Orang Asli Papua (OAP)  secara khusua sangat naive membiarkan pasar produksi Indonesia di PNG diambil alih oleh Filipina dan warung makan mereka dimonopoli pedagang Bangladesh yqng secara selera dan layanan akan sangat jauh lebih menang karena lebih enak layanan dan produksi dari Indonesia.

Menurut Kwano hubungan dagang PNG - Indonesia masih jauh sangat jauh dari seharusnya karena pemerintah sibuk urus politik.

"Emangnya politik itu menu makanan asal mana dan pesanan siapa?" tanya Kwano

Kwano melanjutkan

Siapa yang kasih nasehat kepada kedutaan besar Indonesia di Port Moresby?  Kok mereka hanya makan-minum politik?  Kebun politik di Indonesia mana?

Jhon Yonathan Kwano selanjutnya meminta kepada pengusaha,  bank,  pemerintah di seluruh Indonesia untuk memikirkan merebut pasar Melanesia dari tangan India,  Bangladesh,  China dan Vietnam yang secara geografis, historis dan budaya jauh sekali dari Melanesia.

Tuesday, 25 September 2018

Nggombogwe dan Warung. Makan Papua di Jayapura = NOL

Saya punya teman atau sebutan kekerabatan saya adalah Nggombogwe datang berkunjung ke Tanah Papua terkait dengan pemulangan hewan  New Guinea khususnya bagian Barat New Guinea dari berbagai tempat di Asia: Jawa,  Singapore, Hong Kong.

Hewan dimaksud adalah hasil sitaan BKSDA di wilayah Indonesia dan bagian customs di negara luar. 

Singkat cerita  sebelum beberapa kasuari dipulangkan Nggombogwe datang dalam rangka memastikan proses integrasi kembali ke alam asalnya terjadi mulus alamiah.

Yang mengejutkan fokus perhatian dan komentar Nggombogwe justru tentang kuliner Papua. Nggombogwe akhirnya sangat kecewa tidak ada satu pun warung makan,  atau paling tidak cafe yang dimiliki oleh OAP (Orabg Asli Papua) .

Lebih kecewa lagi melihat banyak menu makanan yang tersedia di hotel-hotel besar di Jayapura  pun tidak satupun ketemu dimasak oleh Perempuan Asli Papua (PAP). justru kam temukan hampir semuanya adalah Perempuan Palsu Papua (P3).

Nggombogwe mengeluh, mengejek,  menolak, menendang-nendang tanah, sampai menjerit: why,  why,  why are you so ignorant,  so passive, so......? ? ?

Saya bilang dia,  kau tanyakan saja kepada PAP dulu,  setelah itu tanyakan kepada semua OAP.  Kalau tidak saya sendiri bisa salah. jawab.

Apa jawaban mu hai pembaca setia ku?

Saturday, 18 August 2018

Nasi Goreng Kogoyanak Made in Hong Kong

Tuesday, 12 June 2018

Keep our culture torres stait for future generations

https://youtu.be/5FjlUm1p0VU

Saturday, 9 June 2018

Costa Rica coffee farmers brew up a carbon neutral future

SANTA MARIA DE DOTA, Costa Rica (Thomson Reuters Foundation) - Climbing the steep slope by his house, Fernando Solis Arguedas examined a leaf on one of his 50-year-old trees that produces arabica beans for the world's first officially certified carbon neutral coffee.

Blaming an increasingly unpredictable climate for the first spots of roya fungus, he explained how sustainable techniques such as reducing chemical sprays and planting more shade trees meant higher prices for his coffee cooperative, Coopedota.

But forget organic. Carbon neutral produce has become the buzz term in the Central American nation of 5 million people as countries look to slash greenhouse gas emissions from agriculture while feeding growing populations.

Source; https://mobile.reuters.com/article/amp/idUSKCN1IN04G?__twitter_impression=true

Dapatkan Tiket Pesawat dan Boking Hotel di Murah di Sini..